Peer To Peer

Minggu, 26 Februari 2012

Peer To Peer

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan menurut Angga Wibowo pada buku “Cara Mudah Membangun LAN” adalah suatu sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Jaringan menurut penulis adalah terhubungnya beberapa komputer yang disambungkan oleh kabel dan konektor yang dipasang melalui NIC (Network Interface Card), sehingga menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan, sehingga komputer tersebut bisa saling bertukar data dan berbagi sumber daya misalnya Printer.

Network menurut istilah terdiri dari dua kata yaitu Net yang berarti jaringan dan Work yang berati kerja. Menurut bahasa Network merupakan jaringan antar komputer yang menghubungkan satu komputer dengan jaringan lainnya.

Untuk menyusun jaringan ini, diperlukan perencanaan dari jaringan yang dibangun yang disebut dengan Topology. Lingkup jaringan itu sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu LAN, WAN dan MAN. Perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung jaringan diantaranya kartu jaringan.

Dari beberapa definisi tentang jaringan, dapat disimpulkan bahwa jaringan adalah:

1. Terdiri dari dua unit komputer atau lebih.

2. Terhubung dengan beberapa Peripheral, seperti kabel, konektor dan NIC (Network Interface Card).

3. Dapat bertukar data.

4. Dapat berbagi sumber daya, seperti Printer.

5. Bekerja secara bersamaan.

Gambar 3.1 Jaringan Umum

3.2 Jenis-jenis Jaringan Komputer

Secara umum jaringan komputer terdiri dari tiga jenis jaringan, antara lain:

1. LAN (Local Area Network)

2. MAN (Metropolitan Area Network)

3. WAN (Wide Area Network)

Pada pembahasan ini hanya menjelaskan tentang Jaringan LAN atau sering disebut Local Area Network.

LAN atau Local Area Network merupakan jaringan lokal di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN sering kali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan Workstation dalam kantor suatu perusahaan untuk memakai bersama sumberdaya (Resource, misalnya Printer) dan saling bertukar informasi.

Jaringan yang umum digunakan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta adalah jenis jaringan LAN (Local Area Network).

Gambar 3.2 Jaringan LAN didalam Gedung FDI UIN

3.3 Tipe Jaringan

Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai Server dan juga Client.

Pengertian Server yaitu komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan. Sedangkan Client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh Server.

Tipe jaringan terkait erat dengan Sistem Operasi Jaringan. Ada dua tipe jaringan, yaitu Peer To Peer dan Client Server.

Dalam pembahasan ini hanya menjelaskan tentang tipe jaringan Peer To Peer.

Peer To Peer adalah jaringan komputer dimana setiap Host dapat menjadi Server dan juga menjadi Client secara bersamaan. Maka Server di jaringan tipe Peer To Peer diistilahkan Non-Dedicated Server (Server tersebut tidak asli/ murni).

No

Keunggulan

Kelemahan

1

Saling berbagi sumberdaya, seperti Harddisk, Drive, Fax/Modem, dan Printer.

Troubleshooting jaringan relatife lebih sulit.

2

Biaya operasional relatife lebih murah.

Unjuk kerja lebih rendah di banding Client-Server.

3

Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu Server.

System keamanan ditentukan oleh masing-masing User.

4

Menyeimbangkan diri secara terus menerus tanpa menambah waktu pencarian alamat panggilan dan tanpa harus menggunakan suatu sumber-sumber terpusat.

Frekuensi keberhasilan panggilan telpon rendah karena terhalang oleh Firewall-firewall dan penggunakan NAT (Network Address Translation) atau pencarian jaringan yang dituju.

Tabel 3.1 Keunggulan dan kelemahan pada jaringan Peer to Peer

Gambar 3.3 Peer to Peer

3.4 Topologi Jaringan

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.

Macam-macam Topologi Jaringan, yaitu:

1. Topologi Bus

2. Topologi Star

3. Topologi Ring

Namun dalam pembahasan ini hanya mejelaskan tentang Topologi Bus.

Topologi Bus atau sering disebut Bus Topology merupakan Topologi dimana semua Node dihubungkan melalui suatu kabel yang memiliki dua buah ujung. Pada kedua ujung kabel dipasang suatu perangkat yang berfungsi untuk mencegah hilangnya sinyal pada kabel. Perangkat tersebut dikenal dengan istilah Terminator.

Gambar 3.4 Topologi Jaringan Bus

Topologi Bus juga menpunyai keuntungan dan kerugian, yaitu:

No

Keuntungan

Kerugian

1

Hemat kabel.

Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.

2

Layout kabel

sederhana.

Kepadatan lalu lintas jalur utama.

3

Pengembangan jaringan atau

penambahan Client baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa

mengganggu Client lain.

Diperlukan Reapeter (alat untuk mengulang sinyal data) untuk jarak jauh.

Tabel 3.2 Keuntungan dan kerugian Topologi Bus

3.5 Pengkabelan (Wiring)

Kabel yang lazim digunakan untuk jaringan biasanya disebut dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel jenis ini juga yang digunakan dalam Instalasi jaringan telepon hampir diseluruh bagian dunia. Dengan menggunakan kabel tersebut kita dapat mengirim data, suara, gambar, teks maupun data-data lain dari satu terminal (sebuah komputer atau perangkat komunikasi) keterminal lainnya.

Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal dua buah tipe penyambungan kabel UTP, yaitu Straigh Trought dan Crossed-Over.

3.5.1 Straight Trought

Pada tipe pengkabelan Straight yaitu kabel yang disusun sama warnanya, urutan warna yang pertama sampai yang terakhir sama. Straight Trought digunakan untuk menghubungkan Client ke HUB atau Router. Kabel jaringan Straight menggunakan kabel UTP CAT-5 dan konektor RJ-45. Dibawah ini adalah urutan kabel Straight Trought.

Gambar 3.5 Urutan Straight Trought

Pin ID

Konektor A

Konektor B

1

Putih-Orange

Putih-Orange

2

Orange

Orange

3

Putih-Biru

Putih-Biru

4

Biru

Hijau

5

Putih-Hijau

Putih-Hijau

6

Hijau

Biru

7

Putih-Cokelat

Putih-Cokelat

8

Cokelat

Cokelat

Tabel 3.3 Urutan Straight Trought

3.5.2 Crossed-Over Cable

Pada tipe pengkabelan Crossed-Over yaitu kabel yang disusun tidak sama warnanya antara konektor A dan konektor B, urutan warna yang pertama sama dengan urutan Straight Trought yang terakhir berbeda. Crossed-Over Cable digunakan untuk menghubungkan Client ke Client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan Hub ke Hub. Dibawah ini adalah urutan kabel Crossed-Over Cable.

Gambar 3.6 Urutan Crossed-Over Cable

Pin ID

Konektor A

Konektor B

1

Putih-Orange

Putih-Hijau

2

Orange

Hijau

3

Putih-Biru

Putih-Orange

4

Biru

Biru

5

Putih-Hijau

Putih-Biru

6

Hijau

Orange

7

Putih-Cokelat

Putih-Cokelat

8

Cokelat

Cokelat

Tabel 3.4 Urutan Crossed-Over Cable

3.6 TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Transmision Control Protocol/Internet Protocol atau sering disebut TCP/IP merupakan komunikasi utama atau lazim digunakan dalam Internet serta LAN. Protokol ini memungkinkan sistem apapun yang terhubung kedalamnya dapat berkomunikasi dengan sistem lain tanpa harus mempedulikan Remote System yang bekerja.

TCP berfungsi sebagai pengontrol alur data (Data Flow Control) dan menangani pengiriman paket data, termasuk jika kerusakan. Sedangkan IP digunakan sebagai pengalamatan dan meneruskan paket data persetujuan.

3.6.1 Protokol Jaringan

Protokol jaringan merupakan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam jaringan, aturan itu termasuk didalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, Topology fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer.

Protokol jaringan yang umum digunakan pada jaringan komputer adalah NetBeUI dan IPX.

a. NetBeUI (NetBIOS Extended User Interface)

Merupakan versi perluasan (Extended) dari NetBIOS. Dimana Protocol ini hanya memungkinkan komputer berkomunikasi didalam lingkungan LAN.

b. IPX (Internetwork Packet Exchange)

Merupakan Protocol jaringan Dari Novell yang menghubungkan jaringan yang menggunakan Novell Netware Client dan Server.

3.6.2 IP Address

IP Address adalah suatu alamat yang diberikan kepada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan Protocol TCP/IP. IP Address juga harus memiliki alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jaringan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer Cross penggunaan alamat yang sama.

Pengalamatan IP yang umum digunakan oleh banyak komputer jaringan diseluruh dunia dikenal dengan nama IPv4 (Internet Protocol versi 4) yang terdiri atas 32 bit angka Biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 193.160.5.1.

Network ID

Host ID

193

160

5

1





Tabel 3.5 Contoh IP Address

IP Address juga mempunyai kelas-kelas. Kelas IP Address dikelompokan menjadi tiga kelas, yakni Kelas A, Kelas B dan Kelas C. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya.

Kelas

Network ID

Host ID

Default Sub Net Mask

A

xxx.0.0.1

xxx.255.255.254

255.0.0.0

B

xxx.xxx.0.1

xxx.xxx.255.254

255.255.0.0

C

xxx.xxx.xxx.1

xxx.xxx.xxx.254

255.255.255.0

Tabel 3.6 Pembagian Kelas IP Address

Setiap IP terdiri dari dua Field, yaitu:

a. Flied NetID : Alamat jaringan logika dari Subnet dimana komputer dihubungkan.

b. Field HostID : Alamat Device Logical secara khusus

digunakan untuk mengenali masing-masing Host pada Subnet.

Berdasarkan jumlah dan kompleksitas jaringannya IP Address dapat dibagi 3, yaitu:

1. IP Address Kelas A

Octet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77214 Host.

NNNNNNNN

HHHHHHHH

HHHHHHHH

HHHHHHHH

N = NetID, H= HostID

Kelas A hanya menggunakan Octet pertama ID jaringan, tiga Octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai Host Id.

Karakteristik Kelas A

bit pertama : 0

Panjang Net ID : 8 bit

Panjang Host ID : 24 bit

Byte pertama : 0-127

Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx

Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A

2. IP Address Kelas B

Octet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 Host.

NNNNNNNN

NNNNNNNN

HHHHHHHH

HHHHHHHH

N = NetID, H= HostID

Karakteristik Kelas B

bit pertama : 10

Panjang Net Id : 16 bit

Panjang Host Id : 16 bit

Byte pertama : 128-191

Jumlah : 16.384 Kelas B

Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.155.xxx.xxx

Jumlah IP : 65.532 IP Address pada tiap kelas C

3. IP Address Kelas C

Octet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas C masing-masing dapat mendukung 256 Host.

NNNNNNNN

NNNNNNNN

NNNNNNNN

HHHHHHHH

N = NetID, H= HostID

Karakteristik Kelas C

bit pertama : 110

Panjang Net Id : 24 bit

Panjang Host Id : 8 bit

Byte pertama : 192-223

Jumlah : 256 Kelas B

Range IP : 192.0.0.xxx - 223.255.255.xxx

Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C

3.6.3 Subnet Mask

Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka Biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan Network ID dengan Host ID, menunjukkan letak suatu Host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Penggunaan sebuah Subnet Mask yang disebut juga sebagai sebuah Address Mask sebagai sebuah nilai 32 bit yang digunakan untuk membedakan Network Identifier dari Host Identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit Subnet Mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:

a. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh Network Identifier diset ke nilai 1.

b. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh Host Identifier diset ke nilai 0.

Setiap Host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah Subnet Mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu Subnet Mask Default (yang digunakan ketika memakai Network Identifier berbasis kelas) ataupun Subnet Mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah Subnet atau Supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap Node TCP/IP.

Kelas IP Address

Bit Subnet

Subnet Mask

A

11111111 00000000 00000000 00000000

255.0.0.0

B

11111111 11111111 00000000 00000000

255.255.0.0

C

11111111 11111111 11111111 00000000

255.255.255.0

Tabel 3.7 subnet Mask

3.7 Komponen Jaringan Komputer

LAN tersususn dari beberapa elemen dasar yang meliputi Hardware dan Software. Komponen Hardware meliputi Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), HUB/Switch, Connector, Printer dan Kabel. Sedangkan komponen Software meliputi Network Operating System, Network Adapter Driver dan Protokol Jaringan.

3.7.1 Hardware

Perangkat keras komputer (Hardware) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya.

1. Personal Computer (PC)

Tipe Personal Computer (PC) yang digunakan didalam jaringan akan sangat menentukan untuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client Server. Komputer yang difungsikan sebagai Server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai Workstationnya, karena Server akan bertugas menyediakan fasilitas dam mengelola operasional jaringan tersebut.

Gambar 3.7 Personal Komputer

Pada Server dan Client menggunakan spesifikasi yang digunakan berbeda. Berikut adalah spesifikasi yang digunakan pada Server dan Client pada jaringan Peer to Peer.

Server

Spesifikasi

1. Intel(R) Pentium(R) 4 CPU 2.5 GHz

2. RAM 512 MB

3. VGA 256 MB

4. Motherboard Foxcon

5. Harddisk 80 GB

6. Keyboard Standard 101/102 keyboard PS/2 Keyboard

7. Mouse PS/2 Compatible Mouse

Client

Spesifikasi

1. Pentium III 1,5 MHz

2. RAM 256 MB

3. VGA 128 MB

4. Motherboard ASUS

5. Harddisk 40 GB

6. Keyboard Standard 101/102 keyboard PS/2 Keyboard

7. Mouse PS/2 Compatible Mouse

Tabel 3.8 Spesifikasi PC Server dan Client

2. Network Interface Card (NIC)

Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada Slot Ekspansi pada sebuah Motherboard komputer Server maupun Workstation (Client) sehingga komputer dapat dihungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis Interfacenya pada PC terdapat dua jenis Interface pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA. Saat ini jenis Network yang sering banyak digunakan, yaitu PCI. Jenis kartu jaringan yang digunakan adalah Realtek RTL8139.

Gambar 3.8 NIC Realtek RTL8139

3. Konektor RJ-45

Konektor jaringan merupakan semacam Jack yang diletakkan pada kedua ujung kabel jaringan yang digunakan untuk menghubungkan kabel ke perangkat terminal. Konektor untuk jaringan biasa dikenal dengan sebutan RJ (Registered Jack). sementara jaringan Lokal (LAN) standar menggunakan konektor yang disebut konektor RJ-45. Konektor RJ-45 terdapat 8 Pin didalamnya. Pin tersebut terbuat dari besi tembaga yang kecil. Konektor RJ-45 ini biasa digunakan untuk jaringan Lokal (LAN).

Gambar 3.9 Konektor RJ 45

4. Printer

Printer merupakan alat pencetak dengan media kertas. Kertas yang dipergunakan umunya adalah kertas menerus (Continues Form) beberapa Printer dapat juga mempergunakan kertas biasa.

Ada tiga jenis Printer yang beredar dipasaran, yaitu Dot Matrik, Ink Jet, dan Laser Jet. Printer Dot Matrik merupakan Printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakannya. Ink Jet menggunkan tinta, sedangkan Laser Jet menggunakan serbuk laser. Sedangkan jenis konektor Printer ada dua macam yaitu melalui konektor Perarel Port dan USB Port. Printer yang digunakan adalah Printer Canon iP1800.

Gambar. 3.10 Printer

5. Kabel

Ada beberapa jenis kabel seperti UTP atau STP, kabel yang lebih sering digunakan jika menggunakan Topologi Star adalah kabel UTP. UTP (Unshielded Twisted Pair) disebut Unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik, dan disebut Twisted Pair karena didalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun saling berlilitan, kabel ini khusus untuk transmisi data.

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair).

UTP adalah kabel yang tidak mempunyai selubung. Kabel UTP sering digunakan pada jaringan untuk menghubungkan komputer. Kabel UTP telah banyak beredar dipasaran, sehingga tidak perlu bingung untuk mendapatkannya.

Gambar 3.11 UTP Cable

No

Kelebihan

Kekurangan

1

Kecepatan transfer paket data hingga mencapai 100 Mbps.

Tidak tahan terhadap gangguan dalam jangka waktu yang lama.

2

Harga kabel UTP lebih murah.

Untuk memakai kabel UTP, panjang maksimum yang diperbolehkan dalam jaringan 100 meter.

3

Pemasangan sangat sederhana, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya.

Apabila digunakan pada suatu jaringan yang luas dan besar akan terjadi penumpukan kabel pada satu titik tempat.

4

Biaya perawatan dan perbaikan cukup murah.

Tabel 3.9 Kelebihan dan Kekurangan UTP

STP adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus

Gambar 3.12 STP Cable

No

Kelebihan

Kekurangan

1

STP memiliki kecepatan data hingga 155 Mbps.

Harga lebih mahal disbanding UTP.

2

Koneksi lebih tahan terhadap gangguan elektrik dari pada UTP.

Memerlukan konektor khusus untuk Groundingnya.

3

Kurang dapat mengatasi penyadapan dari pihak luar.

Table 3.10 Kelebihan dan Kekurangan STP

Untuk koneksinya kebel UTP dan STP menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Cable

Type

Feature

Type CAT 1

UTP

Analog biasanya dipergunakan diperangkat telephone pada umunya dan pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network). Juga untuk menghubungkan Modem dengan Line Telephone.

Type CAT 2

UTP-

Up to 1 Mbits sering digunakan pada Topologi Token Ring.

Type CAT 3

UTP / STP

16 Mbits data transfer sering digunakan pada Topologi Token Ring atau 10BaseT.

Type CAT 4

UTP, STP

20 Mbits data transfer biasanya digunakan pada Topologi Token Ring.

Type CAT 5

UTP, STP- up to 100 MHz

100 Mbits data transfer / 22 db.

Type CAT 5enhance

UTP, STP- up to 100 MHz

1 Gb Ethernet up to 100 meters- 4 copper pairs kedua jenis CAT5 sering digunakan pada Topologi Token Ring 16 Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada FastEthernet 100 Mbps..

Type CAT 6

Up to 155 MHz or 250 MHz

2.5 Gb Ethernet up to 100 meters or 10 Gb up to 25 meters 20,2 db.

Table 3.11 Kategori Twisted Pair

Jenis kabel yang digunakan dalam membangun sebuah jaringan Peer To Peer dengan menggunkan kabel UTP.

3.7.2 Software

Software adalah sekumpulan data elektrotik yang disimpan dan diatur oleh komputer. Data elektrotik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program/intruksi yang akan dijalankan suatu perintah. Komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah.

Software umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai Device Driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti Sistem Operasi, dan bahasa pemrograman) dan lain-lain.

1. OS (Operating System)

Operating System adalah penghubung antara lapisan Hardware dan lapisan Software, pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan Software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk Software itu.

Layanan inti umum tersebut seperti akses ke Disk, manajemen Memori, Skeduling Task, dan antar-muka User. Sehingga masing-masing Software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.

Operating System berfungsi mengaktifkan seluruh perangkat pada komputer dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar.

Macam-macam Operating System antara lain:

a. DOS (Disk Operating System) adalah Operating System yang berbasis Text.

b. Microsoft Windows merupakan Operating System yang dikenal akan kemudahan dalam pengoperasiannya.

c. Linux merupakan pengembangan dari Operating System jaringan Unix. Operating System Linux memberikan ketangguhan dalam kinerja pada jaringan komputer, sekaligus kemudahan dalam pengoperasiaanya.

Operating System yang digunakan adalah Microsoft Windows XP. Dengan sistem tersebut sudah bisa membangun sebuah Workgroup dengan mudah dan cepat.

Gambar 3.13 Microsoft Wnindows XP

2. Aplikasi

Program aplikasi merupakan perangkat lunak siap pakai yang nantinya akan digunakan untuk membantu melaksanakan pekerjaan penggunannya. Aplikasi ini disiapkan sesuai kebutuhan.

Program aplikasi yang digunakan bebas. Namun penulis menyarankan gunakan beberapa aplikasi saja, yaitu:

1) Microsoft Office

Microsoft Office adalah aplikasi yang didalamnya terdapat beberapa program aplikasi. Misalnya menggunakan Ms. Office 2007 diantaranya:

a. Microsoft Word

Microsoft Word adalah program yang dapat dipakai untuk menyunting naskah atau sebagai pegolah kata.

b. Microsoft Ecxel

Microsoft Ecxel merupakan program yang digunakan untuk mengolah data secara berkolom.

Gambar 3.14 Microsoft Office

2) Aplikasi Graphics

Aplikasi Graphics merupakan salah satu kebutuhan pengguna adalah membuat gambar. Untuk itu bisa menggunakan program yang khusus digunakan untuk membuat gambar atau Graphics. Seseorang yang tidak pintar menggambar dengan tangan, dapat dengan mudah membuat gambar yang bagus di komputer, karena gambar di komputer mudah diubah dan diolah, misalnya Corel Draw, Visio, Adobe Photoshop CS2.

Gambar 3.15 Adobe Photoshop CS2

3) Multimedia

Multimedia merupakan Software yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan peralatan multimedia seperti kamera Video, kamera digital, Video Player dan lain-lain. Misalnya Winamp, Windos Media Player

Gambar 3.16 Multimedia Winamp

4) Antivirus

Antivirus merupakan program yang digunakan untuk mendeteksi dan menghilangkan virus yang tertular pada komputer yang sedang dipakai. Misalnya Norton Antivirus, Avast dan sebagainya. Antivirus yang digunakan adalah Ansav.

Gambar 3.17 Antivirus Ansav

Selain aplikasi tersebut juga bisa menambah aplikasi lain apabila komputer dilengkapi dengan Scanner. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi yang mendukung pengolahan gambar hasil Scanner tersbut.

3. Driver Printer

Driver Printer adalah sebuah program yang digunakan di sistem Printer melalui instalisasi lewat PC yang membuat kerja PC dengan Printer dapat bekerja sama dalam menjalankan tugasnya. Driver tersebut memberitahukan Sistem Operasi tentang bagaimana sebuah alat ini dapat berkomukasi khususnya jika terjadi suatu respon dari PC yang digunakan dan dikirimkan oleh Controrel dengan demikian sistem yang ada dapat berjalan tanpa ada kesalahan atau mekanisme pada Printer dan PC.

Gambar 3.18 CD Driver Printer

3.7.3 Tools

Tools adalah jenis alat perangkat keras yang sering digunakan dalam membuat sebuah jaringan. Perangkat tersebut meliputi Crimping, LAN Tester, dan Obeng.

1. Crimping

Crimping Tools merupakan tang khusus yang digunakan untuk menjepit konektor RJ-45 ke kabel UTP. alat ini juga bisa digunakan untuk memotong dan mengupas kabel. Crimping Tools yang baik seluruh bagiannya terbuat dari besi sehingga tidak mudah patah.

Gambar. 3.19 Crimping Tools

2. LAN Tester

LAN Tester merupakan alat bantu untuk memeriksa kondisi suatu kabel UTP. Dengan alat ini bisa digunakan untuk menguji suatu kabel untuk mengetahui apakah kabel tersebut putus atau tidak.

Gambar. 3.20 LAN Tester

3. Obeng

Obeng adalah alat untuk memutar sekrup yang digunakan sebagai pengencang atau pengendur bebagai komponen. Obeng membantu dalam membuka atau mengencangkan Casing dan kartu jaringan. Ada tiga tipe obeng. Obeng plus (+), obeng minus (-), serta obeng bintang/kembang.

Gambar. 3.21 Obeng


BAB IV

KONFIGURASI dan OPTIMALISASI PENGGUNAAN PRINTER

4.1 Langkah Persiapan

Dalam melakukan Setting jaringan komputer perlu adanya persiapan, diantaranya harus menyediakan beberapa komponen seperti Hardware, Software dan Tools.

4.1.1 Hardware

Berikut adalah komponen-komponen Hardware yang digunakan:

No

Jenis Barang

Jumlah

Merk

Spesifikasi

1

PC

2 unit

Intel Pentium 4

2

NIC

2 buah

Realtek RTL8139

3

Kabel

1 meter

Belden Datatwist 5E

UTP CAT-5E

4

Konektor

2 buah

RJ -45

5

Printer

1 buah

Canon iP 1800

Tabel.4.1 Hardware

4.1.2 Software

Berikut ini adalah Software yang digunakan:

No

Software

Jumlah

Keterangan

1

Operating System

1 buah

Ms-Windows XP SP 2

2

Aplikasi Program

3 buah

Microsoft Office 2007, Anti Virus Ansav dan Driver Printer Canon iP1800

Tabel.4.2 Software

4.1.3 Tools

Berikut perangkat yang digunakan meliputi Crimping, LAN Tester dan Obeng.

No

Software

Jumlah

Keterangan

1

Crimping

1

-

2

LAN Tester

1

-

3

Obeng (-) dan (+)

1

-

Table 4.3 Tools

4.2 Proses Pengerjaan

Proses pengerjaan merupakan langkah-langkah penginstalan program atau proses Setting Jaringan. Hal ini sangat penting karena pada setiap komputer perlu dilakukan suatu proses, seperti Instalasi Software, Setting Jaringan jika ingin membangun sebuah Workgoup dan perlu dilakukan Setting Configuration.

4.2.1 Proses Instalasi

Proses Insatalasi merupakan proses dimana dalam membuat jaringan dilakukan. Proses Instalasi dimulai dari Pengkabelan dan Instalasi Software lainnya misalnya Instalasi aplikasi. Dalam pembahasan ini juga membahas tentang Printer jadi perlu adanya Instalasi Driver Printer.

1. Pengkabelan

Pengkabelan merupakan proses membuat kabel UTP menjadi kabel yang siap digunakan dalam membuat jaringan. Berikut adalah langkah-langkah membuat Crossed-Over Cable.

a. Kupas kedua ujung kulit kabel dengan menggunakan Crimping, kira-kira sepanjang 2 cm.

http://2.bp.blogspot.com/_yYZ7nB811sw/SNn1ihrc97I/AAAAAAAAAGI/ILive-cnaZY/s400/4.4.jpg

Gambar 4.1 Mengupas Pembungkus kabel

b. Kemudian susun kabel sesuai dengan urutan warna. Untuk konektor pertama susun dengan susunan standar untuk Straight, urutan kabelnya adalah:

Pin

Konektor 1

1

Putih-Orange

2

Orange

3

Putih-Biru

4

Hijau

5

Putih-Hijau

6

Biru

7

Putih-Cokelat

8

Cokelat

Table 4.4 Urutan Kabel Straight Throught

Sedangkan untuk konektor yang kedua, sesuai dengan urutan Crossed-Over Cable, urutan kabelnya adalah:

Pin

Konektor 2

1

Putih-Hijau

2

Hijau

3

Putih-Orange

4

Biru

5

Putih-Biru

6

Orange

7

Putih-Cokelat

8

Cokelat

Table 4.5 Urutan Kabel Crossed Over

c. Rapihkan susunan kabel dengan cara manekan bagian yang dekat dengan pembungkaus kabel agar susunan kabel terlihat rata.

http://3.bp.blogspot.com/_yYZ7nB811sw/SNn5i9Y4tmI/AAAAAAAAAGo/V0Ao5MjyhFE/s400/jaket.jpg

Gambar.4.2 Merapikan Kabel UTP

d. Potong bagian ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel yang ada di Crimping Tool sampai benar-benar terlihat sejajar.

http://1.bp.blogspot.com/_yYZ7nB811sw/SNn6INnl_1I/AAAAAAAAAGw/pYQmQDV95q8/s400/pencet.jpg

Gambar 4.3 Memotong Ujung Kabel UTP

e. Masukan kabel ke Konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kemudian jepit Konektor dengan menggunakan Crimping Tools agar Konektor terkunci.

http://1.bp.blogspot.com/_yYZ7nB811sw/SNn7DuNH_YI/AAAAAAAAAG4/nE-8NeKDXXg/s400/tang.jpg

Gambar 4.4 Meng-Crimping Kabel UTP

f. Apabila sudah yakin memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat dan benar maka selanjutnya di test dengan menggunakan LAN Tester.

http://1.bp.blogspot.com/_yYZ7nB811sw/SNn8vgoLqQI/AAAAAAAAAHA/-GQJ275Pu7M/s400/4.10.jpg

Gambar 4.5 Menggunakan LAN Tester

Lihat lampu-lampu yang ada pada LAN Tester yang setiap lampu menunjukan pin pada RJ-45, jika semua lampu menyala dengan benar maka kabel terditek sedangkan jika ada satu lampu yang tidak menyala berarti kabel tidak terditek.

2. Instalasi Software

Instalasi Software dilakukan untuk menambah aplikasi yang sudah ada di komputer. Banyak program aplikasi yang dapat digunakan.

Dalam pembahasan ini menjelaskan tentang Instalasi Peripheral Driver.

a) Instalasi Driver Printer

Instalasi Driver merupakan Instalasi Peripheral tambahan yaitu Printer. Driver yang digunakan adalah Driver Printer Canon iP1800.

Berikut adalah langkah Instalasi Driver Printer Canon iP1800.

1. Masukan CD-Driver Printer Canon iP1800.

2. Selanjutnya akan muncul gambar berikut, pilih [Next].

Gambar 4.6 Select Your Place

3. Setelah itu muncul tampilan PIXMA iP1800 Series, pilih [Easy Install].

Gambar 4.7 Pemilihan Tipe Penginstalan

4. Muncul tampilan Tipe menu penginstalan, pilih [Install].

Gambar 4.8 Tipe Menu Driver Printer

5. Selanjutnya muncul tampilan menu License Agreement, pilih [Yes].

Gambar 4.9 License Agreement

6. Kemudian mulai proses penginstalan.

Gambar 4.10 Proses Penginstalan

7. Tunggu sampai Printer terinstall.

Gambar 4.11 Proses Instalasi

8. Kemudian muncul tampilan langkah-langkah memasang sebuah Printer.

a. Pasang kabel Printer pada Port USB pada

komputer.

b. Selanjutnya pasang juga juga kabel pada Printer.

c. Kemudian tekan tombol ON pada Printer, untuk

mengecek apakah Printer sudah ON.

Gambar 4.12 Langkah-langkah Pemasangan Printer

9. Setelah selesai proses Instalasi, kemudian buka Microsoft Word selanjutnya akan muncul tampilan berikut

Gambar 4.13 Proses Instalasi Selesai

10. Setelah itu muncul tampilan Installation Results, yaitu dimana semua proses Instalasi akan diketahui, pilih [Next].

Gambar 4.14 Installation Results

11. Selanjutnya PIXMiA Extende Survey Program, yaitu terdapat semua informasi tentang Canon dan apakah sejutu dengan informasi tersebut, pilh [Agree].

Gambar 4.15 PIXMA Extended Survey Program

12. Kemudian muncul tampilan menu Installation Completed Successfully, proses Instalasi selesai, pilih [Exit].

Gambar 4.16 Proses Instalasi Selesai

13. Kemudian muncul tampilan Easy-PrintToolBox berikut, lalu pilih [Close]. Printer siap digunakan.

Gambar 4.17 Easy PrintToolBox

4.2.2 Konfigurasi

Konfigurasi merupakan hal dimana suatu jaringan yang akan digunakan perlu adanya Setting Konfigurasi, seperti Setting IP Address.

Dalam pembahasan ini juga membahas tentang Sharing Printer jadi perlu adanya Konfigurasi seperti Setting Printer Peer To Peer.

1. Workgroup dan Computer Name

Workgroup merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa komputer yang terhubung pada jaringan komputer. Computer Name merupakan pemberian nama pada setiap komputer.

Langkah-langkah pemberian Workgroup dan Computer Name, yaitu:

a. Pilih [Start], lalu klik kanan My Computer pilih [Properties].

Gambar 4.18 My Computer

b. Kemudian pilih tab Computer Name, lalu pilih [Changes].

Gambar 4.19 Computer Name

c. Selanjutnya isi Computer Name dan Workgroupnya, kemudian [OK].

Gambar 4.20 Pemberian Computer Name

d. Setelah itu komputer akan meRestrat untuk mendapatkan Effect dari nama yang diganti.

Gambar 4.21 Computer Name Changes

2. IP Address

IP Address dan Subnet Mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protokol) atau diisi secara manual.

Dalam memberikan IP Address penulis mengisi secara manual.

Sebelum melakukan Setting IP Address pasang kedua ujung kabel ke PC tiap ujung untuk 1 komputer untuk membentuk suatu jaringan Peer To Peer.

Kemudian periksa apakah kedua komputer sudah terkoneksi dengan berubahnya Icon Network sebelumnya bertanda silang merah sampai berubah menjadi warna hijau.

Gambar 4.22 Network Connections

Selanjutnya Setting IP Address pada tiap komputer. Adapaun langkah-langkah Setting IP adalah sebagai berikut:

a. pilih [Start], klik kanan [My Network Places], pilih [Properties].

Gambar 4.23 My Network Places

b. Selanjutnya akan muncul Local Area Connection lalu klik kanan, pilih [Properties].

Gambar 4.24 Local Area Connections Properties

c. Kemudian Double- klik Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru Internet Protocol (TCP/IP).

Gambar 4.25 Internet Protocol (TCP/IP)

Gambar 4.26 Internet Protocol (TCP/IP)

d. Klik Use the Following IP Address , Masukkan data-data IP Address. IP Address komputer 1 adalah 192.168.1.1 komputer 2 adalah 192.168.1.2 dengan Subnet Mask 255.255.255.0, sedangkan untuk Gateway dikosongkan saja, karena jaringan LAN tidak terhubung ke jaringan LAN Internet.

Gambar 4.27 Internet Protocol (TCP/IP)

e. Setelah data-data Setting TCP/IP ini dimasukkan, pilih [OK] untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties.

f. Selanjutnya pilih [OK] untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”.

3. Sharing Printer

Sharing Printer adalah suatu hal yang harus dilakukan untuk memperhemat pengeluaran dan penggunaan Hardware secara bersama. Adapun langkah-langkah Sharing Printer adalah sebagai berikut:

1. Klik [Start] lalu pilih [Printer and Faxes].

Gambar 4.28 Printer and Faxes

2. Kemudian mucul menu berikut, selanjutnya klik kanan pilih [Properties], maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 4.29 Printer and Faxes Properties

3. Kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 4.30 Canon iP1800 Series Properties

4. Kemudian pilih Tab [Sharing], kemudian tuliskan nama Printer yang akan di Sharing, kemudian pilih [Apply], dan [OK],

Gambar 4.31 Canon iP1800 Series Properties

5. Kemudian Printer sudah terSharing, selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut, menandakan bahwa Printer sudah terSharing.

Gambar 4.32 Printer Sudah Ter Sharing

4.2.3 Koneksitas

Koneksitas adalah hal yang harus dilakukan dalam melakukan Installasi jaringan, karena Koneksitas dilakukan bertujuan untuk melakukan pengetesan pada jaringan apakah sudah bekerja dan dapat berkomunikasi dengan baik pada suatu jaringan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan Koneksitas adalah sebagai berikut.

1. IPConfig (IP Configuration)

IPConfig adalah salah satu sintak yang digunakan untuk menguji sistem jaringan apakah sudah terkoneksi dengan baik atau tidak. IPConfig memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Klik [Start] lalu pilih [Run], kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 4.33 Run

b. Kemudian ketik cmd lalu [OK].

Gambar 4.34 cmd

c. Kemudian akan muncul tampilan dibawah ini, kemudian ketik C:>IPConfig lalu [Enter].

Gambar 4.35 IPConfig

d. Jika muncul tampilan seperti diatas maka koneksi jaringan dalam keadaan baik.

2. Ping

Ping adalah suatu sintak untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik. Ping digunakan untuk mengetahui Konektifitas yang terjadi dengan nomor IP Address yang kita hubungi. Adapun langkah-langkah untuk melakukan Ping adalah sebagai berikut:

a. Pilih [Start] lalu pilih menu [Run].

Gambar 4.36 Run

b. Kemudian ketik cmd lalu [OK].

Gambar 4.37 cmd

Gambar 4.38 Ping

c. Kemudian ketik Ping kemudian IP yang dituju, contoh Ping 10.1.1.1 [Enter].

d. Jika kita lihat ada respon pesan Replay From No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah Ping yang kita berikan, artinya koneksi antar komputer berhasil dengan baik dan komputer dapat saling berkomunikasi, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.39 MS. DOS Prompt

e. Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut:

Gambar 4.40 MS. DOS Prompt

f. Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif, atau gagal dalam melakukan tes komunikasi jaringan dengan komputer lain.

4.3 Hasil Pengerjaan

Adapun hasil pengerjaan yang dilakukan, yaitu:

1.Setting IP Address berjalan baik.

2.Printer dapat Sharing dengan baik pada komputer lain.

4.3.1 Perwatan Printer

Printer merupakan Peripheral PC yang penting. Kebanyakan Printer PC memakai pararel Interface Pararel atau Centronics. Interface tersebut mengirim kedelapan bit data secara serempak, dimana saluran Trobe memberitahukan Printer bilamana terdapat karakter untuk dibaca.

Untuk pembacaan Interface pararel menurun, maka pararel membaca Byte data. Printer seperti halnya sarana lainya, akan menguntungkan jika dirawat dengan cermat. Di sebagian besar Printer pembersihan yang dilakukan setiap mengganti pita memang terlalu sering.

Prosedur perawatan Printer:

1. Matikan Printer, lepaskan tutup dan pita.

2. Bersihkan debu atau kotoran yang melekat pada Printer.

3. Periksa dan bersihkan jalan keluar masuk kertas.

4. Bersihkan dan gantilah pita jika sudah habis.

5. Lakukan pengujian percetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.

6. Lakukan pengujian percetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.

7. Bersihkan dan kembalikan penutup Printer.

8. Lakukan pemeriksaan kertas dan yakinkan di pasang dengan tepat dan kondisi masuk dengan lancar.

4.3.2 Perbaikan Printer

Biasanya problem sudah jelas bila sudah berkaitan dengan teknis.jika pemasukan kertas tidak tepat atau mutu cetakan jelek, karena Head cetak sudah aus atau salah fungsi pemecahannya melibatkan pembongkaran Printer dan menggantikan beberapa bagian, dikarenakan benyaknya jenis Printer.

a.Kertas Pada Printer Macet

Ketika sedang mencetak, kertas tersangkut di dalam Printer. Hal itu sering terjadi dan meskipun proses cetak berhasil, tetapi kertas hasil cetakan menjadi kotor.

Gambar 4.41 Perbaikan Printer

Kertas macet pada Printer yang biasa disebut dengan Paper Jam dapat terjadi karena tumpukan kertas yang terlalu tebal pada Paper Try Printer. Atau jenis kertas yang mudah menempel satu dengan lainnya. Dan juga bisa disebabkan karena Toller pada Printer yang sudah kosong.

Untuk mencegah terjadinya Paper Jam, dapat dilakukan dengan membatasi tebal tumpukan kertas sesuai dengan kapasitas yang didukung oleh Printer. Sebelum dipasang pada Paper Try, ada baiknya kertas dikibas-kibaskan terlebih dahulu agar kertas tidak saling menempel. Dan hindarkan dari debu dan sering dibersihkan. Jika Paper Jam sudah terjadi pada Printer, maka yang harus dilakukan adalah menekan tuas yang tersedia untuk menetralkan Roller yang menjepit kertas, kemudian secara perlahan tarik kertas yang menyangkut pada Printer. Selanjutnya kembalikan tuas tersebut ke posisi semula. Untuk menemukan tuas tersebut lihatlah pada buku manual Printer.

4.4 Masalah Yang Dihadapi

Ada beberapa masalah yang sering terjadi terutama dalam Hardware pada komputer, masalah yang sering terjadi sebagai berikut:

1. Kerusakan pada Hardware komputer.

2. Memakan waktu lama ketika membuat kabel.

3. Terjadinya tidak koneksi dalam jaringan.

4. Kabel sering putus.

4.5 Cara Penangganan

Dalam menghadapi masalah tersebut, penulis mencoba mengecek kembali dimana letak kesalahannya, ternyata masalah yang sering ditimbulkan akibat terjadinya tidak koneksi dalam jaringan, yaitu:

1. Memasang urutan kabel yang tidak benar, lalu penulis ganti dengan urutan kabel yang benar.

2. Menarik kabel yang tidak benar, sehingga kabel menjadi menekuk dan akhirnya kabel terputus di dalam.

3. Karena kondisi kabel yang sudah lama maka kabel sering rusak dan putus sehingga jaringan tidak dapat berjalan dengan lancar, lalu penulis ganti dengan kabel yang baru.

4. Selain itu juga penulis meminta petunjuk kepada pembimbing lapangan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar